Jumat, 30 Maret 2012
Rabu, 28 Maret 2012
praktek tik
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Candi Borobudur dikenal sebagai salah satu warisan budaya dunia yang juga merupakan salah satu icon pariwisata terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia khususnya Magelang dan masyarakat Borobudur sendiri. Disisi lain Borobudur merupakan suatu ungkapan inspirasi yang mengagumkan menuju kemuliaan jiwa dan kemurnian hati yang umumnya bagi semua bentuk kepercayaan. Untuk itu Borobudur tidak hanya dipandang sebagai monumen arsitektural dan karya seni pahat saja. Tetapi sebagai kulminasi pencarian spiritual dan budaya yang dilakukan peziarah ahli pikir , sejarahwan, dan arkeologi. Ada 3 hal yang tak mungkin lepas apabila kita berbicara tentang Candi Borobudur yaitu dimensi Borobudur sebagai Heritage yang harus dilestarikan dan dilindungi, dimensi religius yang harus dihormati dan dimensi pariwisata yang harus dipikirkan secara arif dan bijak dengan mempertimbangkan segala yang mempengaruhinya. Tak pelak kemudian bahwa Borobudur akan menjadi ruang bertemunya berbagai dimensi kepentingan yang berbeda tersebut. Seiring dengan selesainya pemugaran candi Borobudur faze I pada tahun 1973 dan berakhir tahun 1983 Borbudur telah mengalami perubahan yang sangat meningkat , hal ini terbukti dengan meningkatnya kunjungan wisata ditiap tahunnya hingga telah mencapai 3 juta pertahun dan harga tiketnyapun mencapai Rp 30.000,00 untuk Domistik dan 10 Dolar AS untuk Wisman. Akan tetapi dampak dari kenaikan jumlah kunjungan wisata tersebut ternyata belum seiring dengan peningkatan
ekonomi di masyarakat sekitar. Hal ini tercermin pada wilayah maupun Desa di sekitar Borobudur yang masih tergolong miskin.
Candi Borobudur terkenal dengan keagungan dan keprimadonanya. Candi Borobudur juga tercantum sebagai salah satu dari “Tuju Keajaiban Dunia”, namun sekarang kabarnya Candi Borobudur terancam akan dicoret dari daftar warisan budaya dunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization). Alasannya candi yang dibangun pada saat Wangsa Syailendra berkuasa tahun 800-an Masehi itu dinilai sangat kotor dan tidak terawat.
Candi Borobudur yang ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO usai pemugaran 1973-1983 silam tersebut kini terlihat kusam dan kotor. Sampah pengunjung terlihat di sana sini. Bahkan di beberapa sudut bau kencing sangat menyengat.
1.2 Rumusan Masalah
Candi Borobudur terhadap peningkatan ekonomi warga sekitar? Bangsa Indonesia memiliki kekayaan alam yang menjadi sumber daya dan modal yang besar artinya bagi usaha penanganan dan peningkatan kepariwisataan. Dengan adanya pembangunan di bidang pariwisata dapat memperluas lapangan kerja dan membantu meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya adalah Taman Wisata Candi Borobudur sebagai obyek wisata yang menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya dengan bekerja sebagai pedagang ataupun yang lainnya di Taman Borobudur. Dan dengan adanya Taman Wisata Candi Borobudur banyak wisatawan local maupun mancanegara datang ke Taman wisata Candi Borobudur, maka para wisatawanpun berbondong-bondong menyewa pemandu wisata untuk menjelaskan segala sesuatu yang berkaitan dengan Candi Borobudur,mencari hotel untuk bermalam di sekitar daerah itu, dan membutuhkan konsumsi dan transportasi untuk memenuhi kebutuhannya sehingga dengan adanya kebutuhan dan keinginan para wisatawan yang besar akan mempengaruhi peningkatan ekonomi warga sekitar yang tampak dari hasil pendapatan pedagang di Taman Wisata Candi Borobudur. Bagaimana pengaruh wisata Candi Borobudur terhadap peningkatan ekonomi warga sekitar?
Jumat, 09 Maret 2012
Pendidikan
Pendidikan sekarang memang penting bahkan dalam agama mencari ilmu juga dianjurkan, Dengan bersekolah juga salah satu cara untuk mencari ilmu disitu juga sebagai tempat susah senang,,,,,,,,,,,
pokoknya sekolah itu masa-masa yang indah,,,,,,,,,,
pokoknya sekolah itu masa-masa yang indah,,,,,,,,,,
Langganan:
Postingan (Atom)
